Mengenal Lebih Dalam Apa Itu UKM? dan Bagaimana Cara Mengembangkannya

Sep 13, 2022Strategi Bisnis

Suatu negara dapat dikatakan maju dan berkembang apabila memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu kunci utama suatu negara untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Pertumbuhan ekonomi tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya kegiatan ekspor impor, kerjasama dengan negara lain, dan membangun ekonomi dari setiap masyarakatnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara dapat semakin maju.

Dalam hal ini, membantu pertumbuhan ekonomi bisa berupa dengan mendukung dan mendorong para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam menjalankan bisnisnya. Namun sebelum membahas lebih lanjut, apa itu UKM? Bagaimana cara memulai dan mengembangkannya? Simak penjelasan berikut ini!

 

UKM adalah

 

Baca Juga: 7+ Copywriting Yang Harus Anda Kuasai!

 

Apa Itu UKM?

Sesuai dengan namanya, Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah bisnis yang dijalankan dengan skala kecil dan menengah dan bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan manapun. UKM juga bisa disebut sebagai tulang punggung perekonomian di Indonesia. Pasalnya, UKM mampu menyumbangkan 60% dari PDB (Produk Domestik Bruto). Bahkan UKM juga mampu menampung tenaga kerja dalam jumlah banyak.

Pada dasarnya, pengertian UKM sudah diatur di dalam Undang-Undang (UU) No 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pasal 1 Ayat 2, yang berbunyi “Úsaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil.”

Sementara itu, di dalam UU yang sama, “Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebesar 2,5 miliar rupiah sampai 50 miliar rupiah.”

 

Peran UKM Di Indonesia

UKM adalah salah satu jenis usaha yang memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. UKM memiliki peran dalam memperluas dan menyediakan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Peran vital UKM juga akan terasa dalam pembentukan PDB.

 

Jenis – Jenis UKM di Indonesia

UKM terbagi atas 3 jenis, yaitu:

A. Usaha Mikro

Sebuah usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dimana kekayaan tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Selain itu, omset penjualan tahunan paling banyak didapatkan sebesar Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).

 

B. Usaha kecil

Sebuah usaha yang memiliki kekayaan bersih > Rp 50.000.000 (lebih dari lima puluh juta rupiah) hingga paling banyak Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) dimana jumlah tersebut tidak termasuk aset tanah dan juga bangunan tempat usaha. Selain itu, omset penjualan tahunan yang didapatkan > Rp 300.000.000 (lebih dari tiga ratus juta rupiah) hingga paling banyak sebesar Rp 2.500.000.000 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

 

C. Usaha Menengah 

Sebuah usaha yang memiliki kekayaan bersih > Rp 500.000.000 (lebih dari lima ratus juta rupiah) hingga paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah) dimana jumlah tersebut tidak termasuk aset tanah dan juga bangunan tempat usaha. Selain itu, omset penjualan tahunan yang didapatkan > Rp 2.500.000.000 (dua milyar lima ratus juta rupiah) hingga paling banyak sebesar Rp 50.000.000.000 (lima puluh milyar rupiah).

 

Cara Mengembangkan UKM

Adapun cara – cara untuk mengembangkan sebuah UKM, diantaranya:

  • Buat Model Bisnis
  • Kenali Buyer Persona
  • Pelajari Kompetitor
  • Ciptakan Produk yang Inovatif
  • Tentukan Harga Jual yang Bersaing
  • Bangun Branding
  • Go Online
  • Maksimalkan Digital Marketing

 

UKM adalah

 

Baca Juga: Kembangkan Bisnismu Dengan Jenis Affiliate Marketing Berikut Ini!

 

Contoh UKM Indonesia

UKM adalah salah satu jenis bisnis yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu, berikut contoh – contoh UKM yang bisa Anda ikuti:

  • UKM Kuliner
  • UKM Fashion
  • UKM Pendidikan dan Pelatihan
  • UKM Agribisnis
  • UKM Tour & Travel
  • UKM Produk Kreatif
  • UKM Teknologi & Internet
  • UKM Jasa Kebersihan

 

Perbedaan UKM vs UMKM

UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil Menengah dan UMKM adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Kedua jenis bisnis ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan, seperti:

 

A. Omset atau Penghasilan Usaha

Menurut UU No. 20 tahun 2008, UMKM memiliki hasil penjualan atau omset setiap tahunnya terbanyak sekitar Rp. 300.000.000,00. Sedangkan untuk UKM, memiliki hasil penjualan atau omset setiap tahunnya lebih dari Rp. 300.000.000,00 hingga Rp. 2.500.000.000,00.

Kemudian untuk usaha menengah memiliki penghasilan atau omset setiap tahun sekitar Rp. 2.500.000.000,00 hingga paling banyak Rp. 50.000.000.000,00.

 

B. Jumlah Tenaga Kerja

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), setiap badan usaha memiliki jumlah pekerja yang berbeda – beda. Misalnya, badan usaha mikro memiliki tenaga kerja 1 – 5 orang saja.

Kemudian untuk badan usaha kecil memiliki jumlah tenaga kerja sekitar 6 – 19 orang. Berikutnya untuk badan usaha menengah memiliki jumlah tenaga kerja sekitar 20 – 99 orang. Dari segi jumlah, Anda bisa mengetahui bahwa semakin besar usaha yang dijalankan maka tenaga kerja yang dibutuhkan semakin banyak.

 

C. Kekayaan Bersih Usaha

Perbedaan selanjutnya dapat dilihat pada jumlah kekayaan bersih masing – masing badan usaha. Misalnya, badan usaha kecil memiliki kekayaan bersih paling banyak sebesar 50 juta rupiah.

Sedangkan untuk usaha kecil, kekayaan bersih yang didapatkan setidaknya 50 juta rupiah – 500 juta rupiah. Lalu jika dibandingkan kedua jenis badan usaha di atas, untuk usaha menengah, kekayaan bersih yang didapatkan bisa mencapai 500 juta rupiah.

 

D. Perbedaan Modal Awal

Untuk memulai usaha, modal yang dibutuhkan untuk membangun UKM dan UMKM sangat berbeda. Untuk memulai UKM, Anda setidaknya membutuhkan modal awal sekitar 50 juta rupiah.

Sedangkan untuk memulai UMKM, Anda membutuhkan modal awal setidaknya sebesar 300 juta rupiah. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan UMKM dinilai memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara. Sementara UKM lebih bersifat sebagai usaha perorangan yang memiliki keuntungan yang relatif kecil.

 

E. Pembinaan UKM dan UMKM

Perbedaan UKM dan UMKM berikutnya adalah jika dilihat dari segi pembinaan usaha. Berdasarkan UU No.23 tahun 2014, usaha mikro pembinaan usahanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Sedangkan untuk usaha kecil pembinaan usahanya oleh provinsi. Kemudian untuk usaha menengah pembinaan usahanya sudah berskala nasional, hal ini tentunya berbeda dengan usaha mikro dan kecil. Pembinaan usaha ini sangat penting dilakukan agar usaha yang dijalankan dapat berjalan dan berkembang dengan baik di masa depan.

 

F. Jumlah Pembayaran Pajak Usaha

Menurut PP No. 23 Tahun 2018, bagi wajib pajak yang memiliki penghasilan dengan bruto tidak lebih dari 4,8 Milyar rupiah, maka harus membayar pajak penghasilan yang bersifat final yaitu sekitar 0,5%.

Maka dari itu, setiap pelaku usaha dengan bruto tertentu tidak harus membayar PPN setiap melakukan transaksi. Akan tetapi, setiap pelaku usaha harus membayar PPh Final sebesar 0,5%.

 

Kesimpulan

Itulah beberapa penjelasan terkait UKM dan UMKM yang harus kalian ketahui sebelum memulai sebuah bisnis. Dengan mengetahui jenis bisnis apa yang akan Anda jalankan, Anda dapat fokus untuk mencapai tujuan yang ingin Anda capai.

 

UKM adalah

 

Baca Juga: [Lengkap] Panduan Pengoptimalan Aplikasi di App Store

 

Dengan begitu, Anda bisa terus meningkatkan bisnis yang dijalankan dan tujuan yang ingin dicapai pun jadi terealisasikan. Selain itu, penggunaan Aplikasi Kasir Online Pawoon POS Indonesia juga dapat membantu usaha Anda menjadi lebih sukses. Pawoon menawarkan beberapa fitur unggulan, seperti Aplikasi Kasir, Laporan & Analisis, Manajemen Operasional, dan juga beragam Integrasi yang dapat membuat Bisnis kamu jadi lebih mudah untuk dikelola.

Dengan pengelolaan bisnis secara online, para pebisnis atau pelaku usaha dapat menjalankan bisnis mereka kapan saja dan dimana saja yang tentunya lebih efisien. Hal tersebut telah terbukti dengan 230.000 UMKM Indonesia telah menggunakan Pawoon dalam meningkatkan bisnis mereka.

Menarik bukan? Nah tunggu apalagi? Kunjungi website kami untuk mendapatkan demo secara gratis dan rasakan kesempatan mengelola bisnis dalam satu aplikasi.

 

Daftar Sekarang!

 

https://www.youtube.com/watch?v=LqGl-JLuV80

ROI: Pengertian, Manfaat Hingga Cara Hitungnya

ROI: Pengertian, Manfaat Hingga Cara Hitungnya

Return on Investment (ROI) adalah sebuah alat untuk mengukur keuntungan sebuah bisnis. Maka dari itu, setiap pebisnis wajib memahami ROI atau tingkat pengembalian investasi secara keseluruhan dari sebuah bisnis. Dengan memahami ROI, segala aktivitas operasional dapat...

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

LIHAT SEMUA EVENT

Related Article

WhatsApp chat