8+ Perbedaan E-Commerce, Marketplace, dan Online Shop

Okt 17, 2022Marketing

E-commerce, marketplace, dan online shop merupakan salah satu solusi penjualan digital di zaman yang penuh dengan kecanggiha teknologi ini. Mulai dari aspek pekerjaan hingga pendidikan, semuanya mulai menggunakan bantuan teknologi dan internet.

Tak luput pula aspek bisnis yang dalam perkembangannya sudah banyak menggunakan teknologi, salah satunya dalam proses penjualan. Sekarang ini, banyak bisnis Indonesia bahkan Usaha Kecil Menengah yang mulai memasarkan produk mereka melalui Internet.

Proses pemasaran melalui internet biasanya menggunakan E-Commerce, Marketplace, dan Online Shop. Hal tersebut memiliki dampak yang besar dalam meningkatkan proses penjualan sebuah bisnis.

Dengan begitu, penjualan melalui ecommerce, marketplace, dan online shop seringkali dijadikan sebagai salah satu strategi jitu para pebisnis dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya melalui internet. Namun, walaupun terlihat mirip ketiga bentuk penjualan online tersebut memiliki beberapa perbedaan. Lantas apa saja perbedaannya? Simak artikel berikut ini!

 

E-Commerce

 

Baca Juga: Omnichannel, Strategi Marketing Yang Tepat Untuk Bisnis Ritel

 

1. Biaya

Anda tidak perlu mengeluarkan duit sepeserpun untuk melakukan penjualan online di marketplace dan online shop. Baik ketika melakukan pendaftaran atau saat proses berjualan pun dimulai.

Namun, Anda juga bisa menikmati layanan premium yang disediakan oleh marketplace dan juga media sosial, seperti Facebook Ads atau Instagram Ads untuk mendapatkan hasil penjualan yang optimal. Sebaliknya, di E-Commerce, Anda harus mengeluarkan duit untuk membeli ataupun memperpanjang layanan yang ingin Anda nikmati.

Misalnya saat Anda ingin berbisnis menggunakan E-Commerce, Anda membutuhkan biaya untuk mendaftarkan toko. Namun hal tersebut dapat dijadikan sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi toko Anda.

 

2. Tingkat Kesulitan Pembuatan

Berjualan menggunakan E-Commerce mengharuskan Anda harus memiliki dan memahami seluk beluk terkait website. Pasalnya, jantung utama proses penjualan E-Commerce dilakukan melalui website. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami cara pemeliharaan dan juga mengoptimalkan sebuah website untuk bisa muncul di halaman pertama mesin pencarian

Sementara di marketplace, kebutuhan proses penjualan Anda telah disediakan. Oleh karena itu, Anda hanya perlu memasukkan barang serta harganya dan Anda sudah bisa mulai berjualan.

Sedangkan proses penjualan melalui online shop itu susah – susah gampang. Pasalnya, fungsi utama dari media sosial yang merupakan platform penjualan online shop bukan merupakan tempat berjualan. Oleh sebab itu, Anda diharuskan untuk mengubah laman media sosial Anda menjadi laman bisnis.

 

3. Jenis Barang

Barang yang dijual di E-Commerce biasanya barang eksklusif yang jarang ditemui di pasaran atau barang – barang dengan nilai brand yang tinggi. Misalnya kerajinan tangan yang dibuat sendiri, cemilan khas, barang unik atau branded.

Sementara barang yang dijual di marketplace merupakan barang – barang yang lebih umum dan biasanya dibeli dalam jumlah besar. Misalnya perlengkapan rumah, alat tulis, hingga barang elektronik beserta aksesorisnya.

Sedangkan barang – barang yang dijual di online shop tidak jauh berbeda dengan barang yang dijual di marketplace. Barang yang dijual di online shop merupakan barang – barang yang umum namun dijual dengan skala yang lebih kecil. Dengan kata lain, barang yang dijual online shop ditujukan untuk konsumen pribadi, seperti produk kecantikan, pakaian, atau perhiasan. 

 

4. Promosi

Berjualan di E-Commerce menandakan Anda harus melakukan promosi menggunakan website. Mulai dari menarik trafik, mengumpulkan leads, promosi di media sosial, dan masih banyak lainnya. Selain itu, Anda juga harus memahami dan memiliki strategi digital marketing yang tepat agar produk yang ada di website dapat terjual.

Sementara itu, proses promosi penjualan di marketplace jauh lebih mudah. Pasalnya, semua kebutuhan promosi telah disediakan oleh marketplace itu sendiri. Anda juga bisa membeli fitur-fitur premium yang disediakan di marketplace.

Sedangkan bentuk promosi yang bisa Anda lakukan menggunakan online shop, yaitu dengan memanfaatkan fitur Instagram Ads atau Facebook Ads. Dalam pelaksanaannya, Anda harus mengeluarkan sedikit biaya untuk melakukan proses promosi. Promosi yang diberikan tergantung dari jumlah budget yang Anda keluarkan untuk fitur promosi.

 

5. Kompetitor

Berjualan di E-Commerce mengharuskan Anda untuk memahami penggunaan website dalam mengoptimalkan penjualan. Di E-Commerce, tidak ada persaingan yang terjadi di satu website, melainkan persaingan terjadi antara sesama website E-Commerce lainnya untuk mendapatkan ranking pertama di halaman pencarian.

Sedangkan persaingan yang terjadi di marketplace dan juga online shop merupakan persaingan yang sama – sama keras dan hampir mirip. Pasalnya, terdapat banyak toko yang menawarkan produk yang sama di satu platform, bahkan terdapat ratusan penjual yang menjual barang yang sama.

 

E-Commerce

 

Baca Juga: 4 Tips Jitu Memaksimalkan Pelayanan di Toko Online

 

6. Marketing & Traffic

Anda tidak memiliki kontrol atas promosi yang dilakukan melalui marketplace dan juga online shop. Dalam hal ini, marketplace menginginkan produk yang mereka tawarkan dapat terjual sebanyak – banyaknya.

Maka dari itu, marketplace akan menyediakan bentuk promosi untuk untuk mengundang orang-orang masuk ke marketplace mereka. Dalam segi traffic, hal tersebut tentu saja akan menguntungkan usaha Anda untuk dilihat calon pelanggan, namun belum tentu akan membeli produk yang Anda jual di marketplace.

Kalaupun calon pelanggan jadi membeli produk yang ditawarkan, Anda belum tentu bisa menjangkau mereka kembali. Dengan begitu, Anda akan akan kehilangan leads.

Sedangkan di website, Anda dapat memiliki kesempatan untuk mengumpulkan leads dan juga data data yang dapat membantu Anda dalam pengoptimalan campaign marketing. 

7. Jumlah Penjualan

Karena ketatnya persaingan yang terjadi di marketplace dan juga online shop, margin dari tiap penjualan itu lebih rendah dibandingkan dengan penjualan yang ada di E-Commerce. Oleh karena itu, jumlah penjualan yang harus dicatatkan di marketplace dan juga online shop harus sangat tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang optimal. 

Sementara di website E-Commerce, margin tiap penjualan dapat melebihi jumlah marketplace dan juga online shop. Pasalnya, kurangnya persaingan yang terjadi menggunakan website E-Commerce. Hal tersebut bisa mendapatkan nilai tambah jika produk yang Anda jual merupakan barang yang jarang ditemui.

 

8. Customer Loyalty

Customer loyalty merupakan salah satu hal yang penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Pasalnya, mempertahankan pelanggan lama jauh lebih mudah untuk dilakukan daripada mencari pelanggan baru. 

Maka dari itu, Anda dapat meningkatkan keuntungan bisnis dengan mudah dengan mempertahankan pelanggan lama tetap belanja di toko Anda. Di website E-Commerce, Anda memiliki kesempatan untuk meningkatkan pelanggan dengan menerapkan strategi customer retention

Di sisi lain, Anda tidak memiliki banyak pilihan untuk meningkatkan kesetiaan pelanggan di marketplace maupun online shop. Hal tersebut dikarenakan ketatnya persaingan yang terjadi yang membuat customer loyalty bisa goyah apabila kompetitor menawarkan tawaran yang jauh lebih menarik daripada usaha Anda.

 

9. Kepercayaan

Perihal kepercayaan pelanggan, marketplace lebih unggul dibandingkan E-Commerce dan juga online shop. Hal tersebut dikarenakan marketplace yang besar telah memiliki reputasi yang baik di mata pelanggan.

Sedangkan di E-Commerce, Anda membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Anda harus fokus dan serius dalam menerapkan strategi untuk membangun kepercayaan konsumen lewat website, misalnya dengan menampilkan live chat, testimoni dan strategi lainnya.

Sementara itu untuk online shop, Anda membutuhkan waktu yang lumayan lama dibandingkan marketplace dan E-Commerce untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan. Kepercayaan pelanggan online shop dapat dilihat dari konten yang dibuat, testimoni pelanggan, hingga keaktifan akun terhadap follower.

 

10. Pengumpulan Data

Dalam hal ini, pengumpulan data hanya bisa dilakukan oleh E-Commerce. Hal tersebut dikarenakan hanya penjualan yang menggunakan website sebagai platformnya yang dapat mengumpulkan data dari tools, seperti Google Analytics.

Dengan menggunakan tools Google Analytics, Anda bisa mengetahui demografi audiens, perilaku pengunjung, engagement, hingga sumber trafik website Anda. Hal tersebut dapat membantu Anda dalam proses pengumpulan data yang dibutuhkan. 

Dari hasil pengumpulan data yang dihasilkan, Anda dapat melihat atau meninjau performa bisnis secara keseluruhan. Dengan begitu, Anda dapat dengan mudah membuat strategi pemasaran yang tepat secara menyeluruh.

 

Kesimpulan

E-Commerce, marketplace, dan juga online shop merupakan penghubung antara penjual dan pembeli untuk melakukan proses jual beli secara online. Namun karena beberapa hal yang hampir mirip, masih banyak pelaku bisnis yang masih salah mengartikan perbedaan diantara ketiga hal ini.

Penggunaan E-Commerce, marketplace, dan online shop juga merupakan salah satu strategi yang paling sering digunakan oleh pebisnis untuk meningkatkan penjualan mereka melalui internet. Selain penggunaan E-Commerce, marketplace dan juga online shop, penggunaan Aplikasi kasir online Pawoon POS Indonesia juga dapat membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Pawoon menawarkan beberapa fitur unggulan, seperti Aplikasi Kasir, Laporan & Analisis, Manajemen Operasional, dan juga beragam Integrasi yang dapat membuat Bisnis kamu jadi lebih mudah untuk dikelola.

 

E-Commerce

 

Baca Juga: Marketplace vs Toko Online, Berikut Perbedaannya Jangan Sampai Salah Pilih!

 

Dengan pengelolaan bisnis secara online, para pebisnis atau pelaku usaha dapat menjalankan bisnis mereka kapan saja dan dimana saja yang tentunya lebih efisien. Hal telah terbukti dengan 230.000 UMKM Indonesia telah menggunakan Pawoon dalam meningkatkan bisnis mereka.

Menarik bukan? Nah, tunggu apalagi? Kunjungi website kami untuk mendapatkan demo secara gratis dan rasakan kesempatan mengelola bisnis dalam satu aplikasi.

 

Daftar Sekarang!

 

10+ Indikator SEO Untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis Online

10+ Indikator SEO Untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis Online

SEO merupakan singkatan dari Search Engine Optimization. SEO digunakan untuk menempatkan website bisnis Anda berada di posisi teratas mesin pencarian. Semakin tinggi posisi website Anda di mesin pencarian maka semakin mudah pelanggan untuk menemukannya. Dengan begitu,...

5+ Contoh Newsletter Untuk Tingkatkan Bisnis Online

5+ Contoh Newsletter Untuk Tingkatkan Bisnis Online

Selain media sosial, pemasaran digital juga dapat dilakukan menggunakan email marketing/newsletter. Email marketing atau yang sering disebut juga dengan newsletter merupakan salah satu strategi jitu dalam meningkatkan keuntungan penjualan sebuah bisnis dan juga brand...

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

LIHAT SEMUA EVENT

Related Article

WhatsApp chat