7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Bisnis Waralaba - Pawoon

7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Bisnis Waralaba

Bisnis waralaba, termasuk waralaba makanan, memang bisa menghasilkan keuntungan yang besar, sehingga sangat menarik bagi para wirausahawan. Bagi wirausahawan yang memiliki bisnis, mewaralabakan usahanya merupakan salah satu cara untuk mengembangkan bisnis dan meraih keuntungan dengan lebih cepat. Sedangkan bagi wirausahawan yang ingin membuka bisnis baru, membeli waralaba merupakan salah satu pilihan, karena waralaba memiliki berbagai kelebihan yang sangat memudahkan.

Namun seperti jenis bisnis lain, bisnis waralaba pun memiliki tantangan tersendiri, baik bagi pemilik waralaba maupun pembeli waralaba. Bila Anda tertarik mewaralabakan usaha, atau berencana membeli waralaba dan menjalankannya sebagai bisnis, simak dulu beberapa kesalahan yang harus dihindari dalam bisnis waralaba.

KESALAHAN PEMILIK WARALABA (FRANCHISOR)

 

7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Bisnis Waralaba

Bila Anda memiliki usaha dan berencana untuk mewaralabakan usaha tersebut, Anda harus cermat menyiapkan rencana dan langkah tepat. Dasar bisnis yang kuat juga harus dimiliki, sehingga Anda tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini:

  1. Perencanaan kurang matang

Perencanaan yang matang adalah hal yang wajib dimiliki sebelum mewaralabakan usaha. Anda harus memahami kelebihan dan kekurangan bisnis, menentukan target yang ingin dicapai, serta mengatur rencana untuk mencapai target yang telah ditentukan, termasuk rencana pemasaran, pengembangan bisnis, dll. Surat perjanjian antara Anda dan pembeli waralaba juga harus diperhatikan dengan baik, agar tidak ada pihak yang dirugikan.

  1. Tak bisa memilah peran

Bila ingin mewaralabakan usaha, Anda memegang dua peran penting, yaitu sebagai pemilik usaha yang harus mengembangkan strategi pemasaran, manajemen, dan hal lain untuk memajukan bisnisnya, serta sebagai pewaralaba yang harus memastikan bahwa pembeli waralaba dapat menjalankan bisnisnya dengan baik. Jika Anda merasa kewalahan dan tidak bisa menjalani kedua peran ini secara sekaligus, bisnis tersebut bisa mendapatkan dampak yang tidak diinginkan.

  1. Lalai melatih pembeli waralaba

Pelatihan bagi para pembeli waralaba adalah hal yang penting agar mereka mampu menjalankan bisnis dan memahami hak dan kewajiban yang mereka miliki. Sayangnya, tidak semua franchisor mewajibkan pelatihan bagi franchisee, yang berakibat buruk bagi jalannya usaha.

  1. Salah menghitung modal yang dibutuhkan

Menjadi franchisor membutuhkan modal yang tidak sedikit untuk membangun sistem waralaba yang kuat, mulai dari menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan, pemasaran, dll. Jadi, sebelum mewaralabakan usaha, hitung perkiraan modal yang dibutuhkan dan pastikan Anda memiliki modal tersebut.

 

KESALAHAN PEMBELI WARALABA (FRANCHISEE)

7 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Dalam Bisnis Waralaba

Banyak orang mengira bahwa menjadi pembeli waralaba itu tidak sulit dan lebih menguntungkan. Tapi bukan berarti Anda jadi sembarangan membeli waralaba. Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan sebagai pembeli waralaba, di antaranya:

  1. Tidak memilih waralaba dengan rekam jejak yang baik

Waralaba makanan atau minuman tertentu biasanya popularitasnya meningkat dengan cepat. Tapi popularitas waralaba tidak bisa jadi satu-satunya faktor yang mendorong Anda untuk membeli sebuah franchise. Perhatikan juga rekam jejak waralaba tersebut sebelum Anda membelinya. Jangan lupa untuk mencari testimoni pengalaman dari orang lain yang sudah membeli waralaba tersebut.

  1. Mengubah sistem waralaba

Sistem franchise dibuat oleh pemilik waralaba dengan sedemikian rupa demi kelancaran bisnis. Jadi, mengubah sistem franchise secara semena-mena tentu tidak baik bagi bisnis Anda.

  1. Tidak memahami kontrak waralaba

Kontrak waralaba adalah hitam di atas putih yang menentukan kewajiban yang harus dilakukan serta hak yang akan didapatkan. Bila Anda tidak memahami kontrak waralaba yang dibeli, bukan tidak mungkin Anda akan dirugikan di kemudian hari, karena bisa jadi ada ketentuan yang menguntungkan pemilik waralaba, namun merugikan pembeli waralaba. Jadi, pahami kontrak yang akan disetujui. Bila perlu, gunakan jasa penasehat hukum untuk membantu Anda.

Menjalani bisnis waralaba tentunya memiliki banyak tantangan. Tapi jangan sampai tantangan ini membuat Anda gentar dan mundur dari impian untuk menjadi wirausahawan. Bila Anda cermat dan jeli, bukan tidak mungkin Anda berhasil meraih kesuksesan dari bisnis waralaba.

WhatsApp chat