Mendengar Lebih Melalui Kopi Tuli - Pawoon

Mendengar Lebih Melalui Kopi Tuli

Beberapa orang duduk di depan sebuah kedai kopi di daerah Jakarta Selatan menjadi sebuah pemandangan yang biasa ditemukan. Namun, tidak jauh dari tempat beberapa orang itu duduk, ada sebuah pintu yang mengubah pemandangan itu jadi semangat kecil yang terkobar bagi siapapun yang memasukinya. Pintu kaca tersebut merupakan pintu masuk ke sebuah kedai, Kopi Tuli namanya. Kedai Kopi Tuli yang kami datangi bukanlah yang pertama ada. Sebelumnya, kedai ini sudah memulai langkah pertamanya di sebuah garasi di Krukut, Depok, Jawa Barat. Lalu apakah yang unik dari kedai ini?

The taste that touch your heart

Di berbagai daerah di Indonesia, kopi menjadi sebuah kebutuhan yang penting. Terlebih, bagi orang-orang yang bermukim di kawasan dengan produktivitas tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan itu, Kopi Tuli berusaha memberikan sajian yang dapat diterima oleh berbagai jenis penikmat kopi, mulai dari yang creamy hingga kopi hitam, bahkan ada juga sajian non-coffee. Untuk dapat menyajikan menu yang kini ada di Kopi Tuli, ketiga co-founder yakni Mohammad Adhika Prakoso, Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso, dan Tri Erwinsyah Putra mencoba sendiri minumannya. Terhitung, mereka membutuhkan 210 hari untuk melakukan riset dan eksperimen. “Sampai mabok”, ujar Putri sambil tertawa.

Hasilnya, kini deretan menu minuman yang nikmat dan mewakili karakter ketiganya bisa Anda nikmati di Kopi Tuli. Sesuai dengan tagline mereka, “the taste that touch your heart”, menunya dibuat sedemikian rupa agar berkesan di hati pelanggan. Untuk kopinya sendiri, Kopi Tuli memilih kopi Ciwidey karena rasanya cocok. Coba saja berbagai sajian seperti kopi awan yang lembut hingga kopi dengan alpukat di sini. Hampir semua nama kopi yang ditemukan di sini disesuaikan dengan nama co-founder dan elemen alam, seperti awan, matahari, siput, marmer, dan lain-lain.

Bekerja dengan misi sosial

Saat masuk ke dalam kafe ini, Anda akan langsung disambut dengan senyum ramah pramusaji. Jika biasanya sambutan verbal yang diterima saat masuk ke sebuah kedai kopi, Kopi Tuli punya caranya sendiri untuk menyapa. Dengan bahasa isyarat, Anda akan disambut dan diajak untuk memilih menu. Sebab, Kopi Tuli bukan sembarang kedai kopi, tapi juga menjadi lahan ketiga co-founder yang merupakan teman tuli untuk memberdayakan sesamanya.

Di tempat ini, bukan hanya kopi yang menjadi sajian. Seperti yang dikatakan Putri, salah satu founder, Kopi Tuli ini memiliki dua sayap. Sayap pertama adalah sosial dan sayap kedua adalah bisnis. Keberadaan Kopi Tuli sendiri awalnya muncul karena terbatasnya kesempatan bekerja yang dirasakan bagi penyandang tuli. Saat membicarakan hobi masing-masing, tercetuslah membuat sebuah kedai kopi, karena kopi sendiri merupakan kesukaan Mohammad Adhika Prakoso. Dari situlah, mereka berusaha membuka kesempatan kerja bagi teman-teman penyandang tuli lainnya. 

Saat ini, Kopi Tuli sendiri tengah mempekerjakan 6 orang karyawan tuli. Semuanya diberikan kesempatan untuk belajar, baik dalam meracik kopi yang pas, menjadi kasir, mengoperasikan mesin, hingga dikenalkan kepada latte art. Semuanya diberikan kesempatan yang sama untuk belajar dan mencicipi semua job desc yang ada.

Mengenalkan bahasa isyarat

Sayap sosial yang dimaksud bukan hanya sampai memberdayakan teman-teman tuli, tetapi juga berusaha mengenalkan bahasa isyarat kepada teman-teman dengar. Di Kopi Tuli, bahasa utama yang digunakan adalah bahasa isyarat. Anda pun dapat belajar sedikit bahasa isyarat dari menu atau bertanya langsung kepada pekerja yang semuanya penyandang tuli. Tidak usah khawatir dengan kesalahan komunikasi saat pemesanan, semuanya sudah diperkirakan dengan baik, kok! 

Kedai kopi yang dibuka bulan Oktober tahun 2017 ini, kini sudah sampai pada cabang keduanya di kawasan Duren Tiga. Di kedai Duren Tiga ini, Anda juga dapat mendaftarkan diri untuk belajar bahasa isyarat dengan biaya yang terjangkau. 

Selain melakukan sosialisasi bahas isyarat, kedai Kopi Tuli juga berencana untuk melebarkan sayap bisnisnya dengan membuka cabang lebih banyak, sehingga ada lebih banyak teman-teman tuli yang mendapatkan kesempatan bekerja. Selain itu, mereka juga ingin mmebuat rumah produksi, sehingga dapat memasarkan bahan baku sendiri.  Menginspirasi sekali kan, Sobat Pawoon?

 

WhatsApp chat