Hiatus karena Pandemi, Perhatikan 3 Hal ini Sebelum Memulai Lagi Bisnis Retail  - Pawoon

Pembatasan kegiatan dan mobilitas yang dilakukan selama masa pandemi memberikan dampak yang cukup besar pada pemilik bisnis retail. Perubahan perilaku beli (buying behaviour) juga menuntut usaha ekstra dari pemilik bisnis retail untuk mencari cara agar tetap bisa mengamankan jumlah stok dan alur penjualan. Kini, saat peraturan mulai diperlonggar dan roda bisnis mulai bergerak lagi, pemilik bisnis retail juga dihadapkan dengan tantangan baru, yakni menumbuhkan kembali bisnis yang sempat terhenti karena keadaan yang tidak bisa diprediksi. 

Untuk mulai mengembangkan lagi bisnis retail yang sempat redup, kamu perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini, agar roda bisnis dapat kembali berjalan seperti sedia kala. Ingin tahu ulasan lengkapnya? Baca terus artikel ini, ya! 

 

Pastikan Jumlah Stok Produk

 

bisnis retail

 

Sebelum mulai menggerakkan bisnis retail milikmu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah stok produk yang dijual. Selain memastikan ketersediaan stok produk, kamu juga perlu memeriksa kualitas produk yang lama tersimpan di gudang atau toko. Hal ini akan sangat dibutuhkan oleh bisnis seperti toko kelontong, konveksi pakaian, hingga pasar swalayan. 

Untuk memastikannya, kamu perlu melakukan penyesuaian stok atau stock opname. Selain untuk mengetahui jumlah aktual stok yang tersedia, stock opname juga bisa membantu kamu mengetahui nilai kerugian yang disebabkan oleh stok produk yang rusak atau tidak terpakai. Dengan begitu, kamu bisa menentukan strategi dan langkah selanjutnya seperti penambahan stok produk yang kurang, dan sebagainya. 

 

Adaptasi dengan Perubahan Tren di Masa Pandemi

 

 

Jurus utama untuk tetap bertahan di tengah banyaknya tantangan bisnis adalah terus beradaptasi dengan keadaan. Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi pemilik bisnis adalah perubahan tren belanja dan perilaku beli yang sangat cepat. Hal ini dibuktikan dengan perubahan tren belanja dan perilaku beli di masa pandemi. 

Di era modern seperti sekarang, pembelanjaan dengan sistem online menjadi opsi yang banyak dipilih. Selain praktis, pandemi dan segala pembatasan kegiatan juga membuat belanja online jadi opsi yang lebih aman dan nyaman. Hal ini bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk pemilik bisnis retail mulai melirik channel penjualan online seperti melalui website, e-commerce, maupun media sosial.

 

Kelola Toko Offline & Online 

 

 

Lalu apakah ini berarti kamu harus menutup toko offline? Tentu tidak! Karena nyatanya, belanja langsung ke toko tetap menjadi pilihan untuk beberapa orang. Bahkan ada juga beberapa orang yang melakukan keduanya. Oleh karena itu, kamu tetap perlu mempertahankan jalur belanja offline dan online yang kamu punya. 

Selain memberikan opsi yang lebih beragam, kamu juga perlu memastikan kualitas pelayanan di kedua jalur terjaga dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan memastikan ketersediaan stok di masing-masing kanal tercatat dengan aktual. Untuk pengelolaan stok di penjualan omni-channel, kamu membutuhkan pendataan stok yang akurat dan terpusat dalam satu sistem. 

 

Proses pengelolaan stok penjualan omni-channel akan jadi lebih mudah dengan Pawoon POS. Melalui integrasi bersama Forstok, Pawoon siap mengubah alur pendataan stok menjadi lebih terpusat dalam satu sistem. Jadi, saat ada penjualan di salah satu channel online atau di toko, data stok dalam sistem pusat akan otomatis berkurang. Selain itu, kamu juga bisa memantau penjualan setiap channel melalui menu Laporan di dashboard Pawoon. Praktis dan mudah banget, kan? 

Bukan cuma itu! Kamu juga bisa menikmati berbagai fitur menarik yang siap membuat bisnis jadi lebih produktif dan efisien. Yuk, coba gratis Pawoon sekarang! 

 

facebook linkedin twitter link
Kembali
WhatsApp chat