Bagaimana Bisnis Bertahan Saat Wabah Corona? - Pawoon

Saat ini mungkin menjadi saat yang sulit bagi kamu dan bisnismu. Dengan merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia, bisnis yang seharusnya mencapai momen keemasannya di beberapa bulan sebelum perayaan lebaran justru harus kehilangan pelanggan. Anjuran social distancing yang diberlakukan dan cara penyebaran virus yang cepat antarmanusia membuat kedai-kedai sepi, pembelian pun lesu. Satu-satunya yang bertahan adalah sektor kesehatan, yang kini menjadi perhatian utama masyarakat.

 

Bukan hanya di Indonesia, kegagalan ini juga dirasakan oleh pebisnis di belahan dunia lain yang terkena wabah ini. Bisnis-bisnis tersebut bergerilya, mencoba menemukan caranya sendiri untuk survive. Di negara wabah ini berasal, yakni China, beberapa bisnis mulai mencoba untuk bangkit dan bertahan. Agar bisa bangkit, bisnis baik yang skala kecil maupun skala yang besar memang perlu melakukan effort yang lebih. Tentu saja perjalanannya juga panjang. Beberapa bisnis di China misalnya harus menghadapi kesulitan akibat karyawan yang belum berani mulai bekerja. Selain itu, dengan rantai usaha yang kompleks, supplies juga belum lancar karena bahan baku sulit diproduksi dan distribusi juga dibatasi. Namun, perubahan-perubahan kecil yang berarti bisa disiapkan dari sekarang. Beberapa cara yang dilakukan dan terekam oleh Harvard Business Review, yakni sebagai berikut.

  1. Mengalokasikan peran pegawai

Ini bukan saatnya bisnis bekerja seperti biasa. Perlu adanya penyesuaian, termasuk bagaimana dengan peran pegawai. Beberapa bisnis terpaksa merumahkan pegawainya. Ada juga yang bahkan harus mengurangi pegawai. 

Hingga kini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, tetap pekerjakan pegawai dengan mengurangi jumlah pekerja di satu shift. Tentu saja, pastikan mereka memiliki tingkat pengamanan yang lengkap, misalnya akses sanitasi dan kebersihan juga pelindung seperti masker. Kedua, kamu bisa mengalokasikan peran mereka misalnya menyiapkan recovery planning yang akan digunakan saat nanti wabah ini mereda.

2. Inovasi dengan kebutuhan yang ada

Di saat genting seperti ini, fleksibilitas menjadi kuncI utama. Bukan hanya di China, di Indonesia pun, pengusaha mulai mencari jalan keluar untuk dapat keluar dari masalah ini. Beberapa restoran all you can eat kini mulai menyiasati stok mereka dan membuat menu makanan baru yang dapat dikirim ke rumah. Selain itu, pengrajin pakaian self-made juga mengubah produknya menjadi masker kain. Tidak terhitung juga sejumlah distributor make up dan skin care kini menyediakan keperluan desinfektan dan hand sanitizer.

Kini, saatnya kamu melihat bisnismu. Apakah ada produkmu yang dapat diubah bentuknya untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar?

3. Buka channel penjualan yang memungkinkan

Problem utama dari wabah Covid-19 ini adalah penyebaran antarmanusia, sehingga kebijakan yang diambil adalah meminimalisasi keramaian. Untuk offline store, hal ini memang sangat merugikan. Namun, pilihan lain seperti online store dapat digunakan. Penjualan secara online dinilai cukup efektif, mengingat delivery service juga masih berjalan. Intinya, buka kesempatan bisnismu untuk menggunakan berbagai platform jualan. 

Untuk mendukung penjualan dengan platform online dan agar bisnismu tetap berjalan, Pawoon memberikan program gratis berlangganan Pawoon Lite. Pawoon Lite merupakan paket berlangganan aplikasi Pawoon yang memungkinkan kamu untuk menggunakan fitur point of sale, juga dapat terintegrasi dengan berbagai pilihan pembayaran. Tidak kalah penting, Pawoon Lite memberikanmu akses untuk mengelola online delivery service. Sehingga, jika bisnismu sudah terintegrasi dengan platform jualan online di Grab Food, kamu pun dapat menerima pesanan, mencari driver, hingga melihat laporan penjualanmu langsung di aplikasi POS Pawoon. Mudah, bukan? Buat akun Pawoonmu di sini lalu cek notifikasi di dashboard untuk info lebih lanjutnya, ya!

 

facebook linkedin twitter link
Kembali
WhatsApp chat