Intrapreneurship, Langkah Tepat Kembangkan Bisnis

Sep 26, 2022Tips and Trick

Intrapreneur adalah salah satu langkah yang paling sering diambil oleh para pebisnis dalam mengmbangkan bisnisnya. Pasalnya, dengan menerapkan intrapreneurship, perusahaan dapat melahirkan dan menciptakan inovasi baru dari ide kreatif karyawannya.

Intrapreneurship adalah sebuah program yang membantu karyawannya menjadi seorang entrepreneur dalam lingkup pekerjaannya. Sedangkan intrapreneur merupakan seorang karyawan yang mengikuti program intrapreneurship.

Intrapreneurship mengacu pada sebuah program kantor untuk menciptakan dan meningkatkan kreativitas, keyakinan, serta pengetahuan dan wawasan yang cukup luas terkait sebuah bisnis karyawannya. Lalu, bagaimana cara menerapkan intrapreneurship di kantor? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan berikut ini!

 

Intrapreneur adalah

 

Baca Juga: Intrapreneur: Pengertian hingga Perbedaannya Dengan Entrepreneur

 

Aspek – Aspek Intrapreneur

Terdapat beberapa aspek intrapreneur yang harus Anda pahami, diantaranya:

 

A. Status

Intrapreneur merupakan seseorang yang hanya memiliki jiwa seperti seperti pengusaha saja. Namun, ia tidak merealisasikan ide yang mereka miliki. Seorang intrapreneur memiliki ide yang sangat bagus akan sebuah bisnis, namun ia tidak dapat mewujudkan segala apa yang telah dipikirkan sehingga ia tidak bisa membangun usahanya sendiri walaupun memiliki semangat berbisnis yang tinggi.

 

B. Wilayah Kerja

Seorang intrapreneur memiliki jiwa berbisnis yang tidak memiliki usaha sendiri dan terikat oleh sebuah perusahaan atau organisasi. Maka dari itu, cakupan wilayah kerja seorang intrapreneur berada dalam lingkup kerja suatu perusahaan. 

Seorang intrapreneur bersedia terikat dan mengikuti segala peraturan kerja yang ada di dalamnya. Namun dalam hal itu, seorang intrapreneur mampu menjadi pihak yang mendorong terciptanya inovasi baru bagi perusahaan.

 

C. Tujuan

Dengan memiliki jiwa kewirausahaan, seorang intrapreneur memiliki tujuan untuk meningkatkan dan memajukan perusahaan tempat ia bekerja. Berbagai cara yang bisa dilakukan agar tujuan yang ditargetkan dapat tercapai, misalnya dengan meningkatkan daya saing perusahaan sebagai branding di kalangan masyarakat.

 

D. Risiko

Jika Anda seorang entrepreneur, tentu saja semua kerugian bisnis yang didapatkan akan Anda tanggung sendiri. Bahkan Anda bisa saja mengalami dampak buruk dan kerugian pada bisnis Anda. 

Namun jika Anda seorang intrapreneur, Anda tidak akan menanggung risiko kegagalan bisnis. Pasalnya, semua resiko ditanggung oleh perusahaan.

 

E. Pengambilan Keputusan

Sebagai seorang karyawan yang mengikuti program intrapreneurship, Anda tidak dapat mengambil keputusan sesuka hati. Namun, Anda tetap bisa memberikan solusi untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sebab, sebuah keputusan perusahaan diambil oleh para pemimpin perusahaan yang dibarengi dengan upaya kolaborasi dari tim kerja.

 

F. Orientasi Layanan

Sebagai seorang intrapreneur yang bekerja di sebuah perusahaan, Anda dituntut untuk memiliki kontribusi terbaik yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh sebab itu, Anda bekerja bukan hanya untuk melayani diri sendiri, tetapi juga untuk perusahaan tempat Anda bekerja.

 

G. Fokus

Bekerja di sebuah perusahaan akan menuntut seseorang untuk terus meningkatkan sisi kreatifnya. Maka untuk melakukannya, Anda bisa memusatkan fokus pada beberapa hal, seperti mengembangkan teknologi atau fokus pada perubahan pasar yang dapat berpengaruh pada permintaan kebutuhan. 

 

H. Keuntungan

Keuntungan yang didapatkan oleh seorang intrapreneur yang bekerja di sebuah perusahaan hanyalah gaji bulanan. Selain itu, seorang intrapreneur juga mendapatkan keuntungan berupa fasilitas dan beberapa sumber daya yang tersedia. 

Seorang intrapreneur yang bekerja di sebuah perusahaan berhak menggunakan semua fasilitas yang disediakan dan juga sumber dana yang diberikan dapat digunakan secara maksimal.

 

Ciri – Ciri Intrapreneur

Menjadi seorang intrapreneur memiliki beberapa ciri – ciri tertentu, diantaranya:

  • Percaya Diri
  • Tanggung Jawab
  • Komunikatif
  • Terbuka

 

Intrapreneur adalah

 

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Apa Itu UKM? dan Bagaimana Cara Mengembangkannya

 

Manfaat Intrapreneurship

Sebagai salah satu strategi yang banyak digunakan oleh para pebisnis karena keuntungannya, berikut beberapa  manfaat intrapreneurship yang harus Anda pahami!

  • Membantu menghadapi tantangan perusahaan
  • Mendukung karyawan memiliki skill kewirausahaan
  • Meningkatkan kebahagiaan karyawan
  • Meningkatkan kemampuan inovatif perusahaan
  • Menciptakan inovasi baru perusahaan
  • Memahami lingkungan perusahaan secara internal dan eksternal
  • Mendukung kerja tim yang baik
  • Membangun bonding yang baik dengan rekan kerja

 

Cara Menerapkan Intrapreneurship

Dalam menerapkan program intrapreneurship, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan, seperti:

  1. Mengumpulkan ide kreatif terkait wirausaha
  2. Menganalisis ide yang dituangkan
  3. Melakukan tes kelayakan sebuah proyek
  4. Memantau dan melakukan perbaikan
  5. Memastikan karyawan memahami tujuan perusahaan
  6. Memudahkan karyawan dalam proses pengembangan diri
  7. Membuat kebijakan yang mendorong ide kreatif

 

Contoh Intrapreneurship

Contoh yang dapat diambil terkait intrapreneur yaitu layanan Gmail dari Google. Gmail dicetuskan oleh seorang intrapreneur Google yang bernama Paul Buccheit. Google memiliki program intrapreneurship yang membolehkan karyawan menggunakan 20% jam kerjanya untuk membuat proyek pribadi. 

Dengan begitu, Paul Buccheit memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menciptakan layanan email berbasis web yang dilengkapi dengan mesin pencarian. Walaupun ditentang oleh beberapa pihak, inovasi baru Paul Buccheit mendapat dukungan penuh dari para pendiri Google.

Dukungan yang diberikan pun tidak sia – sia, pasalnya Gmail berhasil menjadi layanan email terbaik menggeser posisi Yahoo dan Hotmail yang menjadi layanan email yang dominan saat itu.

 

Kesimpulan

Intrapreneurship merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan usaha yang dijalankan dan mendapatkan hasil yang optimal. Maka dari itu, banyak perusahaan yang menerapkan intrapreneurship untuk mengembangkan bisnisnya, misalnya Google.

Selain itu, penggunaan Aplikasi Kasir Online Pawoon POS Indonesia juga dapat membantu usaha Anda menjadi lebih sukses. Pawoon menawarkan beberapa fitur unggulan, seperti Aplikasi Kasir, Laporan & Analisis, Manajemen Operasional, dan juga beragam Integrasi yang dapat membuat Bisnis kamu jadi lebih mudah untuk dikelola.

 

Intrapreneur adalah

 

Baca Juga: Langkah – Langkah Memulai Digital Marketing Bagi Pemula

 

Dengan pengelolaan bisnis secara online, para pebisnis atau pelaku usaha dapat menjalankan bisnis mereka kapan saja dan dimana saja yang tentunya lebih efisien. Hal telah terbukti dengan 230.000 UMKM Indonesia telah menggunakan Pawoon dalam meningkatkan bisnis mereka.

Menarik bukan? Nah tunggu apalagi? Kunjungi website kami untuk mendapatkan demo secara gratis dan rasakan kesempatan mengelola bisnis dalam satu aplikasi.

 

Daftar Sekarang!

 

8+ Marketing Tools Untuk Tingkatkan Proses Pemasaran

8+ Marketing Tools Untuk Tingkatkan Proses Pemasaran

Marketing tools merupakan salah satu komponen digital yang paling sering digunakan oleh marketer atau para pebisnis dalam mendatangkan keuntungan dan meningkatkan profit. Tentu saja, hal tersebut tidak lepas dari proses pemasaran digital yang belakangan ini menjadi...

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

LIHAT SEMUA EVENT

Related Article

WhatsApp chat